December 31, 2009

......

 Ini adalah pesan yang masuk ke inbox fb saya dari sebuah grup yang saya ikuti,

Assalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh

Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'un


Gus Dur meninggal dunia.
"Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan mati"
Beliau adalah seorang mahluk dan bukan untuk dikultuskan. Terlepas dari kontroversi pemikiran atau sepak terjangnya selama hidup di dunia, hendaknya sebagai muslim kita mencontoh Rasululloh untuk menyikapi kematian seorang yang selama masa hidupnya ada perbedaan dengan kita.

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu mencaci maki orang-orang yang telah meninggal dunia karena sesungguhnya mereka telah sampai pada apa yang mereka dahulukan (amalan baik/buruk...). (HR Bukhari)

"Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut kebaikan mereka." (An-Nasaa'i).

Wassalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh


Mungkin semasa beliau hidup kita kadang-kadang tak sepaham, tak setuju, dan tak sependapat dengan pemikiran-pemikiran beliau.  Tapi toh sekarang beliau telah tiada. Betapa tak pantasnya jika kita masih menghujat dan mencela. Tak sadarkah kita, besok kita akan menyusul beliau, dan segala hujatan dan celaan itu kelak akan dihisab? Kita bahkan tak tahu hidup kita akan berakhir di mana, apakah husnul khatimah atau sebaliknya su'ul khatimah, na'udzubillahi min dzalik.

Semoga Allah mengampuni beliau, dan mengampuni kita semua. Amin.


Terima kasih untuk yang telah mengirimkan pesan ini
Untuk yang telah menulis statusnya semalam dengan sangat kurang ajar (sampai2 saya tidak tega menulisnya di sini), saya cuma bisa bilang, remove ma saja deh :p