August 24, 2009

Duka di 2 Ramadhan



Hari ini, 2 Ramadhan, ada 2 kabar duka dari kampung...

Pertama, rumah Ne' Gawe terbakar. Habis. Ne Gawe ini sepupuan sama Ne Jahi. Rumah mereka pun (sebelum Ne Jahi pindah ke Pare) nyaris berhadapan. Sedihnya lagi, pas kebakaran itu penghuni rumah pada tidak ada. Ne Gawe dan suaminya sedang di Mamuju, sementara Kasma (anaknya) ke desa sebelah, bantu-bantu keluarga yang mau adakan takziah. Otomatis tak satupun barang yang terselamatkan. Oh ya, kecuali sepeda Anas, si bungsu yang pas lagi dipake main. Alhamdulillah tak ada korban jiwa. Alhamdulillah juga bapak-bapak pemadam kebakaran (2 unit mobil dari Parepare, 2 dari Pinrang) bekerja cepat, jadinya api tidak sempat menjalar ke rumah Ne Jugara (should be 'kakek' actually, tapi buat orang Bugis laki-perempuan semua disebut 'nenek'). Yang ngeri, api malah 'nyebrang jalan'. Kemungkinan gara-gara tabung gas meledak, apinya terlontar ke dahan mangga di seberang jalan. Udah jauh, tinggi pula. Air dari tangki mobil pemadam nggak sampai. Jadinya pohon mangganya (punya Ne Sappe) ditebang deh. Api baru benar-benar padam pkl setengah empat sore. Anak-anaknya Ne Gawe masih di tempat tetangga, tapi semua yg di lingkungan situ masih keluarga juga kok.

Kabar duka yang kedua datang setelah buka puasa. Bunda (mamanya Irma) telepon ke bapak, katanya anaknya pak Ahsan Kelana (mantan Kepala SMA 1 Parepare) meninggal, tapi belum jelas juga anaknya yg mana. Jadi saya nanya ke Ina di Suppa, ternyata yg meninggal Pak Muktabir, Kabag Kesra Kab. Luwu Timur, beserta istri dan seorang anaknya karena KLL di Palopo. Innalillaahi wa inna Ilaihi Rajiun... Trus saya nanya lagi lah ke k'Ana, dokter jaga di RSUD Palopo. Secara kejadiannya di sana kan, pasti dibawa ke UGD. Katanya emang bener dibawa ke UGD, tapi pas kejadian itu bukan k'Ana yg jaga. K'Ana juga taunya dari status FB temannya.

What a day...
Hari ini dapat pelajaran untuk ikhlas dan bersabar, sekaligus diberi peringatan akan kematian...