August 26, 2009

[Review] To Live - Yu Hua



Judul: Aku Ingin Hidup (To Live/Huozhe)
Pengarang: Yu Hua

Bagus bangeeett...! Awalnya sempat males baca, tapi lama-lama makin asyik. Chinese abis deh. Udah gitu ceritanya pahit banget.

Tentang Fugui, masa mudanya kaya raya, tetapi kemudian hartanya habis di meja judi. Ia harus berjuang untuk hidup. Pokoknya benar-benar dari nol deh.

Fugui juga harus menyaksikan kematian keluarganya satu demi satu. Mulai dari ayahnya, ibunya, putranya Youqing, istrinya Jiazhen, putrinya Fengxia, menantunya Erxi, hingga cucunya Kugen (artinya akar pahit, karena ibunya meninggal saat melahirkannya).

Fugui telah melewati empat dekade sejarah Cina modern. Mulai perang Sino-Jepang (1937-1945), perang sipil antara nasionalis dan komunis (1945-1949), berdirinya RRC (1949), Revolusi Kebudayaan (1966-1976), sampai ke era reformasi (1978-...).

Setelah seluruh keluarganya habis, Fugui membeli seekor sapi jantan tua yang akhirnya menjadi sahabatnya. Sapinya ini ia beri nama Fugui juga. Oleh orang-orang di desanya, kedua Fugui ini dijuluki "sepasang bajingan tua yang tidak mati-mati".

Asli deh cerita ini mengharukan sekali. Tapi anehnya, saya malah nggak nangis lho *plok..plok..! Aie hebaaat!* Mungkin saking pahitnya ya. Atau mungkin juga karena sebenarnya cerita ini juga damai banget. Indah. So real. Poko'na top abis! Saya sampai kehabisan kata-kata nih. Btw, yang nulis ini (Yu Hua) pernah jadi dokter gigi, tapi banting stir ke dunia sastra.